Alkisah

Aku Islam, Islam Aja

18.01

Baiklah tulisan ini sebetulnya sudah lama ingin aku tulis, tapi mungkin sekarang agak pas lah waktunya. Ya karena sudah plus ditambah hasil belajar di majelis ilmu. Selain itu pula, tulisan ini memang kebetulan topiknya berulang kembali diusik oleh percakapan sederhana waktu itu.

"Ma, kita tuh Islam apa sih, Ma?" 


Alkisah

Keanehan

21.49

Dear gengs,

Malam ini masih 4 Ramadhan. Kali ini di Bulan Juni. Bulan yang tadinya akan aku dedikasikan untuk belajar. Sayang, rezeki datang jadi tak bisa ditolak kan ya? Haha. 

Hari ini tak akan kusajikan seporsi cerita tentang apa yang tengah aku perjuangkan. Atau bahkan ruang rindu mana yang tengah aku selami. Malam ini, aku akan sekedar bergumam tentang keanehanku. Tapi dari keanehan ini, aku juga ingin berbagi tips and trick untuk para gengges yang sudah memiliki putra atau putri yang memiliki keanehan sama dengan aku. 

Well di zaman serba endorse ini, aku merasa kalau aku perlu di-endorse, mungkin aku akan di-endorse oleh hansaplast ha ha. Mengapa demikian, ini terkait keanehan aku tadi. Aku adalah anak yang dari dulu, hobi banget punya luka dan tiba-tiba. Tiba-tiba. 

Alkisah

Yang Khusyuk dalam Tiap Doa di Sepertiga Malam

23.06

"Bukumu banyak cerita tentang Papa ya." 

Pada 13 Mei kemarin, Alhamdulillah dikasih sehat untuk sempat kembali pulang dan turut menghadiri pernikahan Mega dan juga ulang tahun Mama. Yup, Mama berulang tahun ke 53 dan Alhamdulillah dikasih sehat. Sudah biasa bagi keluarga aku untuk kumpul dan makan bersama saat salah satu di antara kami berulang tahun. Tapi sejak tahun lalu memang aku tidak pulang khusus sebab aku sudah mulai bekerja di Jakarta. Yah, maka dari itu aku menjadi menghargai waktu saat bersama dengan keluarga.

Alkisah

Anggi, Pulang dan Menetaplah!

00.48

- 12 Juni 2014 -

Hai, lama sudah bulan berganti bulan dilewati tanpa satu pun posting di laman blog pribadiku. Sebenarnya, telah lama aku meniatkan diri untuk menulis cantik barang sepragraf dua paragraf di laman blog ini. Sayang, semua itu hanya tinggal wacana belaka. Sama halnya dengan tidur malam dengan mimpi indah yang akan menyertaiku. Perihal itu kini sudah menjadi mitos belaka. Mungkin sekarang ini aku akan tergeletak di kasur bilamana darah sudah bercucuran kemana-mana, atau migrain benar kepala sampai teraduh-aduh aku dibuatnya, atau sampai aku tidak sadar aku ada dimana dan tetiba terbangun sudah ku terbujur di kamarku.

Alkisah

Common Questions

23.34

"Anggi, calonnya anak UI atau UGM atau ITB nak?"

Kalimat tersebut setidaknya bukan sekali atau dua kali terdengar saat kunjung-kunjung lebaran seperti ini. Yah, semacam common questions yang muncul berkali-kali. Meski yang lebih umum itu adalah pertayaan sejenis "Pacar Anggi sekarang anak mana, Nak?" Nah lo. Sejak kapan aku memutuskan punya pacar. Haduh! Kalau mau dijawab tapi tidak sepaham, ya sama saja seperti nggak dijawab gitu.

Alkisah

Ada Suka Ada Duka

20.52

- 5 Agustus 2013 -

Bulan Ramadhan tahun ini segera berakhir. Banyak pelajaran baru dan begitu juga pengalaman berbagi yang baru kali ini aku lakukan sebebas-bebasnya. Alhamdulillah. Dan oh iya Hai Agustus! Kamu menyapaku begitu renyah dan aku belum juga menyapamu sejak beberapa waktu lalu.
Well, aku akan memulai catatan kecil ini sebagaimana aku biasanya memperlakukan blog ini sebagai wahana titip memori kecil dari rangkaian kegiatanku. Well, satu minggu ini begitu wow bagiku. Wownya komplit sih (komplit banget malah -_-). Sebagaimana judul postingan berikut sih ada yang sifatnya membawa suka dan ada yang membawa duka juga. Tapi bagaimana itu juga ada yang namanya hikmah dan pelajaran yang begitu dapat aku rasakan begitu saja. Masya Allah.

Alkisah

Sekedar Hahahihi

02.35

- 11 Juni 2013 -

Tulisan ini sekedar hahahihi. Yah, hanya hiburan di tengah malam saat saya dan mega masih berjibaku dengan tugas kelompok masing-masing di laptop masing-masing.

Kali ini cerita dari curhatan seorang kawan lama saya. Begini ceritanya:

Alkisah

Mencari Nafkah?

21.57

- 9 Juni 2013 -


Aku cukup tergelitik untuk kemudian menulis di blog sebagai media cuap-cuapku malam ini. Sebenarnya, aku tengah menyelesaikan tugas ekonomi kotaku, meringkas jurnal. Tapi, aku sudah cukup penat mengerjakan banyak hal hari ini. Hem, hari ini sampai dua minggu ke depan, aku akan tinggal sendiri dan cari makan malam sendiri. Yah, papa sedang tugas ke Ciloto dua minggu lamanya. Tapi aku sebenarnya tidak akan membahas hal tersebut.

Alkisah

Curahan Hati Saja

10.01

- 7 Juni 2013 -

Sudah lama tidak membagi perasaanku pada hal-hal lain. Sudah cukup lama aku menampung semua itu dalam diriku. Ku konsumsi sendiri sampai habis aku makan sendiri. Nangis-nangis sendiri, ketawa-ketawa sendiri. Terlalu banyak peristiwa yang tiba-tiba saja menghajarku menjadikanku lebih dewasa.

Aku belakangan juga cukup menjadi orang yang cukup menyebalkan bagi beberapa orang di sekitarku. Aku mulai menjadi orang yang malas, cuek yang teramat sangat, bimbang, dan tiba-tiba menjadi orang yang linglung. Aku cukup heran dengan apa adanya aku ini. Aku cukup heran.

Alkisah

Cinta dan Kejujuran yang Menyakitkan

23.54

- 20 Desember 2012 -


  Pada dasarnya, saya selalu mencintai orang-orang di sekitar saya. Saya mungkin tidak hanya sebatas menganggap mereka sebagai sahabat. Sudah lebih dari itu, saya menganggap mereka sebagai keluarga. Saya tidak terlalu suka konsep mengikat hingga ibarat kata jika seorang dalam ikatan itu bersalah dan kemudian saya hanya mengangguk menurut dan mengiyakan. Saya hanya mampu sebatas menasehati dan mengharap kita saling memaklumi dan melakukan perubahan. Ibarat kata, kalau aku punya adik yang paling cantik sedunia, aku akan menjaganya rapat-rapat hingga ia benar-benar siap dengan hatinya. Bagi seorang kakak, pekerjaan yang paling berat adalah membagi kasih sayangnya ke seluruh adiknya dan menjaga perasaan adiknya. 

Alkisah

Pernikahan dan Cerita Seorang Sahabat

21.04

- 17 November 2012 -

Source: http://vivifypicture.com/wp-content/uploads/2011/12/Carnation-wedding-bucket-570x570.jpg

     Hari ini saya membantu salah seorang saudara saya yang menikah. Saya diminta bantuannya untuk menjadi penjaga buku tamu. Pernikahan salah seorang saudara saya ini digelar dalam pernikahan adat Jawa. Sebagaimana adat asal kedua mempelai (baik perempuan dan pria).

     Memang saya ini kan paling ribut kalau sudah urusan dandan. Sebab musabab memang saya tidak bisa dandan plus tidak suka dandan. By the way, dandan dalam bahasa baiknya disebut rias. Ha ha. Saya toh juga tidak senang mengenakan riasan wajah. Tapi Alhamdulillahnya, si perias kali ini tidak cerewet dan terlalu 'ngadati' sebagaimana perias yang biasa dipakai oleh orang punya hajat. Paling saya yang minta sendiri untuk memakai jilbab saya. Sebab seperti biasa, kalau ditata jilbabnya sama si perias, biasanya bagian dada terlihat dan terlalu ramai dengan aksesoris yang blink blink (silau banget tuh pasti nanti). 

     Tapi acara hari ini tadi menarik sebab Alhamdulillahnya, saya dipasangkan dengan seorang rekan yang merupakan mentor AII yang juga rekan mentor AII saya ketika semester 1 lalu. Beliau memulai pembicaraan luwes pagi tadi dengan kalimat, "Mbak kalau menikah besok tidak seperti ini dik konsepnya?"

     Lantas saya bertanya kepadanya,"Islami ya, Mbak?"

     "Insyaallah. Mbak ingin akhwat dan ikhwan dipisahkan ketika bertamu baik duduk dan penyambutannya, Dik. Sebelum terdengar kata sah, Mbak akan berada di dalam kamar bersama dengan keluarga Mbak dan tamu-tamu yang perempuan, Dik."

     "Lalu bagaimana, Mbak?"

     "Intinya, Mbak ingin konsepnya sungguh benar-benar Islami. Tapi yah memang tantangannya adalah adat di sekitar kita dan keluarga sendiri, Dik."

     Setelah kalimat itu, saya pun berpikir keras. Benar juga. Itu sebuah tantangan. Hem, menapaki jalan yang baik itu memang selalu ada tantangannya. Bismillah.

     "Saya juga ingin seperti itu, Mbak."

     "Insyaallah bisa, Dik. Yang penting sekarang adik banyak belajar. Sudah pernah dengar sebuah cerita tentang seorang suami yang luar biasa?"

     "Yang mana ya, Mbak?" << ini jawaban karena sering banget dengerin cerita orang. (ahhh masak? apa nggak karena sinetron atau FTV *plak *stop) 

     "Ada sepasang suami istri. Sesudah menjalani pernikahan empat tahun, si istri tak kunjung hamil. Akhirnya, suami istri tadi mencoba memeriksakan keadaan kesehatannya ke sebuah rumah sakit. Seusai diperiksa, suami menemui dokter terlebih dahulu sebab sang istri masih di ruang periksa dan belum selesai berganti pakaian. Kemudian si dokter menyampaikan berita terlebih dahulu kepada si suami bahwa sang istri-lah yang tidak baik kesehatannya sehingga tidak harapan untuk memiliki seorang anak. Dokter berkata bahwa tidak mungkin memiliki anak dari istri tersebut. Namun apa yang terjadi selanjutnya?"

     Saya masih mendengarkan dan masih terpaku.

     "Sang suami meminta kepada dokter agar menyampaikan bahwa yang tidak sehat adalah si suami. Sebab besarnya rasa cinta dan sayangnya suami kepada istri, sang suami tidak sampai hati melihat istrinya terluka. Mulanya dokter menolak sebab melanggar etika, namun pada akhirnya mengiyakan sebab permintaan suami yang berkali-kali tadi. Ketika istri tiba, disampaikanlah bahwa sang suami yang tidak mungkin memiliki anak. Lalu pulanglah suami-istri tersebut. Satu tahun berjalan, si istri tiba-tiba meminta cerai dari sang suami sebab ia ingin sekali memiliki anak dari rahimnya sendiri. Ia merasa tidak betah hidup dengan suaminya yang tidak mampu melengkapi impiannya untuk memiliki anak dari rahimnya (sebab anggapan bahwa suaminya yang tidak sehat). Namun sang suami bersabar. Ia tidak meluapkan kenyataan tersebut. Lalu dengan berkata halus kepada istrinya, sang suami meminta istri untuk menunda permintaan cerainya setahun lagi. Ia meminta sang istri bersabar satu tahun lagi dengan harapan Allah akan memberikan seorang putra bagi mereka. Sang istri pun dengan berat hati menyetujuinya."

     Subhanallah. :-D

     "Kemudian satu tahun berikutnya, ternyata sang istri mengalami gagal ginjal yang menyebabkan ia harus melakukan operasi. Namun sayang, belum ada pendonor ginjal. Tiba-tiba sang suami berpamitan kepada si istri. Ia berpamitan akan meninggalkan istrinya untuk pergi bekerja di luar kota. Sang istri yang memang sudah tidak enak hatinya dengan suaminya itu hanya menggerutu. Ia protes kepada suaminya mengapa meninggalkan ia saat sakit seperti ini. Namun, pada akhirnya sang suami pun pergi. Akan tetapi, sang suami ternyata tidak pergi keluar kota melainkan mendonorkan ginjalnya kepada sang istri. Ia sekali lagi meminta kepada dokter untuk tidak memberitahu istrinya bahwa pendonor ginjalnya adalah suaminya. Hari demi hari istri kembali pulih begitu pula dengan sang suami. Setelah pulih benar, suami tersebut kembali kepada istrinya. Si istri menyambutnya agak gembira. Beberapa waktu kemudian sebelum si istri menuntut kembali perceraian kepada si suami, si istri divonis hamil."

     Subhanallah. Sungguh kuasa Allah memberikan jalan yang terbaik kepada hambanya. Yang tidak mungkin bagi nalar manusia, mungkin bagi Allah.

     "Pada akhirnya, kehidupan suami istri ini kembali harmonis sebagaimana dahulu. Suatu hari si suami benar-benar pergi keluar kota sebab pekerjaannya. Namun sayang, buku hariannya tertinggal di rumahnya. Sang istri yang tidak tahu menahu membaca buku tersebut. Betapa kagetnya sang istri mengetahui ragam perjuangan suami demi membahagiakan dirinya. Seketika istri menangis begitu derasnya. Air matanya sungguh tak terbendung. Ia lalu bergegas menghubungi suaminya dan sungguh-sungguh minta maaf. Ia berulang-ulang meminta maaf. Terus dan terus. Suaminya kemudian menjawab singkat bahwa suami tersebut telah memaafkan sang istri lahir dan batin. Subhanallah."

     Subhanallah. Ada ya suami yang seperti itu. Hem.

     "Itu cerita fakta loh, Dik." 

     Itulah sedikit cerita yang bisa aku bagi hari ini. Insyaallah bisa memberikan kita pelajaran ya. Ha ha. 

     Bersabarlah, hari itu pun akan tiba. Sosok yang kita tunggu pun juga bisa datang di saat yang tepat. Ha ha.

- Anggi Siregar -

Alkisah

It's Like A Drama | Kisah Saat Koin Koin Menyelamatkan Anda

23.27

- 4 November 2012 -
     "Hati-hati ya, Nggi," pesan Sayekti saat saya perlahan meninggalkan pintu depan kosan dirinya dan beranjak pergi cepat-cepat dengan mengendarai Vario mata satu milik saya.

Alkisah

Eskalator?

19.38

- 26 Oktober 2012 -

sumber: http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/04/ES.jpg
     Seorang sahabat saya pernah datang menghampiri saya. Alkisah, ia sedang gundah gulana menghadapi suatu persoalan. Singkat kata, permasalahan ini justru timbul sebab ia menyadari sebuah kesalahan besar yang telah ia lakukan. Ia menyadari tindakannya yang ia lakukan saat ini sedang tidak berada di tempat yang sesuai dengan nilai kebenaran yang diajarkan kepadanya. Lalu?

Alkisah

What Am I Waiting For?

10.14

-25 Mei 2012-


     Voila! this is my other random post (finally -fiuh). Hari ini batal kuliah agama di KPFT sebab dosennya yang tidak ada. Well,  random post ini juga adalah sebuah postingan akumulatif dari beragam cerita dari beberapa waktu lalu sejak tulisan terakhirku dan beberapa peristiwa yang belum sempat aku bagikan ceritanya.

Alkisah

My Mom's Day

13.00

-13 Mei 2012-

Mama's surprise birthday cake
     Sunday, today is my mother's birthday. It is like the busiest day a week. Well, today we will have big agenda. Actually, my mother has regular social gathering (arisan) today. Well, she is like the perfectionist B. She cooked a lot of foods yesterday. "selat solo", "pecel madiun", "nasi tumpeng", "kunir asem", and "beras kencur".

Alkisah

Perencanaan Wilayah Kota, Mengapa? #1

23.39

- 18 April 2012 -

Lambang HMT-PWK Pramukya Arcapada UGM
Source: malikalkarim.wordpress.com

     It's like a random post (maybe). Honestly, today I want to read a lot of articles and a lot of stories, but after reading my friend's blog post related with Perencanaan Wilayah dan Kota (Urban and Regional Planning) [at sitarahmani.blogspot.com] and also having a little chatting board with Aulia Aisa D. P. that asked me about PWK, I decide to write about Urban and Regional Planning based on my own point of view.

     Tahu nggak rasanya bahagia di saat yang tepat? Itulah aku dan PWK UGM. Sebab, ketika itu, PWK menjadi jawaban pangkal dari konflik ibu-anak. PWK UGM juga serasa pelabuhan dari ribuan pertanyaan, di mana tempatku sebagai anak IPA dengan jiwa IPS. Haha.

     Menurut teman-temanku, here is where I belong to :) The perfect 'place' for me.

     Awal mula memilih PWK pun, sulit untuk menjelaskan tentang apa itu PWK dengan gambaran yang memang masih seadaanya. Kalau ditanya PWK itu seperti apa, ujung-ujungnya bilang, "Itu loh seperti Walikotanya Surabaya."

     Dan kebanyakan hanya menjawab,"Ooh..."
     Satu orang yang kemudian meyakinkan mama-ku. Seorang saudara yang mama ku anggap sebagai seorang tokoh panutan (role model). Beliau adalah seorang dokter (yah taukan mama dulu ngotot anaknya jadi dokter). Kemudian ketika berkunjung, beliau bertanya,"Loh udah tes tulis? Pilih apa anaknya?"

     Mama,"Pilihanku dokter, Mas. Kalau anaknya maunya tata kota u ge em." (yah mungkin kata mama lebih orang tahu kalau dibilang tata kota-maklum orang dulu-red).

     "Loh planologi? Bagus itu. Saya aja dulu kepinginnya setengah mati. Pilihan pertama saya loh itu di planologi. Tapi nggak kesampaian jadi keterima di pilihan tiga di kedokteran UGM."

     Nah lo, langsung tuh rasa bangga, tiba-tiba berhembus begitu saja dalam diri kecil ini (dulu sebelum gemuk-red). Rasanya tuh mawar yang disumbang untuk Marwan tiba -tiba semuanya tumpah tertiup angin sampai ke pintu rumah dan harumnya itu sampai menentramkan hati (majas hiperbola).

    Seorang yang dikagumi jurusannya tiba-tiba begitu menyanjung program studi yang menjadi pilihan hatiku. Seseorang itu tidak bertanya apa itu, tidak mengerutkan dahi untuk berpikir sejenak, atau bahkan cepat menyambar menjawab seadanya mengira kami mempelajari tumbuhan. Haha. Ajaib! Beliau tahu benar.

     Kalau boleh menyebutkan pula, Mr. Val, waksasek sarpras - guru bahasa Inggris, pun memberikan pandangan bahwa lima tahun ke depan, lulusan prodi ini memiliki kesempatan luas untuk berkarya. Ibu Tantri, guru kimia, juga memberikan keyakinan. Yah, terkait lagi PWK suka dengan analisis. Yah, kini aku terjebak dalam kolam analisis itu :) Haha.

     Di tengah tanda tanya keluarga besarku, di tengah keheranan dan sangsi terhadap apa yang mereka bilang potensi yang ada dan takutnya menjadi sia-sia oleh guru-guruku, di saat arus deras mulai menyeretku lari jauh-jauh dari pilihanku, rasanya aku kian mantap melangkah dan membuktikan bahwa inilah duniaku, Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gadjah Mada angkatan 2011 (Urban and Regional Planning Gadjah Mada University, batch 2011).

     Dunia bukanlah yang menentukkan kita akan menjadi seperti apa, tapi kitalah yang bisa membuat diri kita available untuk dunia. Kita terkadang tak perlu mengikuti arus untuk membawa kita pada harapan-harapan orang lain, sekali-kali kita perlu menentang arus untuk menjadikan kita sebagaimana kita yang seharusnya. 

[ to be continued ]

- Anggi Siregar -

Alkisah

Aku dan Sepedaku yang (sama-sama) Tua

13.50

- 15 April 2012 -

(Gambar sekitar tempat servis motor dari spion motor)

  Hari Minggu, 15 April 2012. Efek dari tragedi mogoknya motor Vario milikku mengharuskan aku membawanya ke 'dokter' motor pada hari Minggu ini. Sengaja dibangunkan pagi-pagi oleh mama dan papaku untuk membawa motor ini memenuhi janjinya dengan 'dokter pribadinya' yang terletak di sekitar Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Klaten.

@anggsiregar

My Other Planet

www.delianisiregar.blogspot.com

Flickr Images