Perencanaan Wilayah Kota, Mengapa? #1

23.39

- 18 April 2012 -

Lambang HMT-PWK Pramukya Arcapada UGM
Source: malikalkarim.wordpress.com

     It's like a random post (maybe). Honestly, today I want to read a lot of articles and a lot of stories, but after reading my friend's blog post related with Perencanaan Wilayah dan Kota (Urban and Regional Planning) [at sitarahmani.blogspot.com] and also having a little chatting board with Aulia Aisa D. P. that asked me about PWK, I decide to write about Urban and Regional Planning based on my own point of view.

     Tahu nggak rasanya bahagia di saat yang tepat? Itulah aku dan PWK UGM. Sebab, ketika itu, PWK menjadi jawaban pangkal dari konflik ibu-anak. PWK UGM juga serasa pelabuhan dari ribuan pertanyaan, di mana tempatku sebagai anak IPA dengan jiwa IPS. Haha.

     Menurut teman-temanku, here is where I belong to :) The perfect 'place' for me.

     Awal mula memilih PWK pun, sulit untuk menjelaskan tentang apa itu PWK dengan gambaran yang memang masih seadaanya. Kalau ditanya PWK itu seperti apa, ujung-ujungnya bilang, "Itu loh seperti Walikotanya Surabaya."

     Dan kebanyakan hanya menjawab,"Ooh..."
     Satu orang yang kemudian meyakinkan mama-ku. Seorang saudara yang mama ku anggap sebagai seorang tokoh panutan (role model). Beliau adalah seorang dokter (yah taukan mama dulu ngotot anaknya jadi dokter). Kemudian ketika berkunjung, beliau bertanya,"Loh udah tes tulis? Pilih apa anaknya?"

     Mama,"Pilihanku dokter, Mas. Kalau anaknya maunya tata kota u ge em." (yah mungkin kata mama lebih orang tahu kalau dibilang tata kota-maklum orang dulu-red).

     "Loh planologi? Bagus itu. Saya aja dulu kepinginnya setengah mati. Pilihan pertama saya loh itu di planologi. Tapi nggak kesampaian jadi keterima di pilihan tiga di kedokteran UGM."

     Nah lo, langsung tuh rasa bangga, tiba-tiba berhembus begitu saja dalam diri kecil ini (dulu sebelum gemuk-red). Rasanya tuh mawar yang disumbang untuk Marwan tiba -tiba semuanya tumpah tertiup angin sampai ke pintu rumah dan harumnya itu sampai menentramkan hati (majas hiperbola).

    Seorang yang dikagumi jurusannya tiba-tiba begitu menyanjung program studi yang menjadi pilihan hatiku. Seseorang itu tidak bertanya apa itu, tidak mengerutkan dahi untuk berpikir sejenak, atau bahkan cepat menyambar menjawab seadanya mengira kami mempelajari tumbuhan. Haha. Ajaib! Beliau tahu benar.

     Kalau boleh menyebutkan pula, Mr. Val, waksasek sarpras - guru bahasa Inggris, pun memberikan pandangan bahwa lima tahun ke depan, lulusan prodi ini memiliki kesempatan luas untuk berkarya. Ibu Tantri, guru kimia, juga memberikan keyakinan. Yah, terkait lagi PWK suka dengan analisis. Yah, kini aku terjebak dalam kolam analisis itu :) Haha.

     Di tengah tanda tanya keluarga besarku, di tengah keheranan dan sangsi terhadap apa yang mereka bilang potensi yang ada dan takutnya menjadi sia-sia oleh guru-guruku, di saat arus deras mulai menyeretku lari jauh-jauh dari pilihanku, rasanya aku kian mantap melangkah dan membuktikan bahwa inilah duniaku, Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gadjah Mada angkatan 2011 (Urban and Regional Planning Gadjah Mada University, batch 2011).

     Dunia bukanlah yang menentukkan kita akan menjadi seperti apa, tapi kitalah yang bisa membuat diri kita available untuk dunia. Kita terkadang tak perlu mengikuti arus untuk membawa kita pada harapan-harapan orang lain, sekali-kali kita perlu menentang arus untuk menjadikan kita sebagaimana kita yang seharusnya. 

[ to be continued ]

- Anggi Siregar -

You Might Also Like

4 komentar

  1. aku suka paragraf terakhirnya (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha sama saja dengan saya. suka sekali kalimat terakhir itu :) hehe

      Hapus
  2. Kak bleh minta kontaknya gk kebetulan saya jg sprti ittu mama mau anaknya mau jdi dokter tpi saya masih bingung fk atau pwk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Karmilla saya bisa dicari di line saya user ID anggsiregar :-)

      Hapus

@anggsiregar

My Other Planet

www.delianisiregar.blogspot.com

Flickr Images